AYOJAMBI.ID, TANJABBAR - Ambruknya Dermaga penyebrangan hingga dua orang pekerja menjadi korban di Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) yang menghabiskan Rp5 Miliar tahun anggaran 2024 lalu itu menjadi perhatian serius, hingga saat ini dua pekerja belum ditemukan dan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
“Belum kita simpulkan, masih dalam penyelidikan,” kata Kapolres Tanjabbar AKBP Maulia Wicaksono saat dikonfirmasi Sabtu (23/5/2026) terkait dugaan gagal kontruksi pada jembatan itu.
Kapolres menegaskan pihaknya hingga kemarin masih memprioritaskan pencarian korban pekerja perbaikan jembatan Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) yang tenggelam akibat dari jembatan yang ambruk tersebut.
Kapolres menegaskan selain melakukan penyelidikan pada dugaan gagal kontruksi, Polres Tanjabbar juga melakukan penyelidikan terkait dengan kecelakaan kerja yang terjadi yang mengakibatkan dua orang tertimpa bangunan jembatan.
“Upaya penyelidikan tetap kita lakukan, sampai saat ini kita masih prioritas dalam pencarian korban bersama instansi lain nya dan basarnas sebagai leading sektor nya.” Pungkasnya.
Sebelumnya Jembatan Penyebrangan Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjung Jabung Barat dibangun pada 2024 lalu dengan nilai Rp5Miliar.
Namun, bangunan itu mengalami sejumlah masalah mulai dari tiang yang retak parah dan dilakukan perbaikan pada sekitar 20 Mei yang memakan korban dua orang pekerja akibat bangunan jembatan itu ambruk.
Kedua korban masih terus dilakukan pencarian yakni Iyan (35) Warga Desa Parit Pudin, Kecamatan Pengabuan dan Nur Atoni (42) Warga Desa Harapan Jaya, Kecaman Sebrang Kota.
Bahkan Kapolres Tanjabbar AKBP Maulia Wicaksono langsung ikut turun melalui pemantauan dan pencarian bersama tim gabungan pada Jumat 22 Mei 2026.
Namun hingga berita ini diterbitkan, tepatnya pencarian pada hari ke lima oleh tim gabungan, pencarian korban belum membuahkan hasil. (*)