AYOJAMBI ID, SUNGAIPENUH — Kabar baik bagi para peternak ayam petelur di Kota Sungai Penuh. Upaya Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) untuk mengatasi tingginya harga jagung sebagai bahan baku pakan ternak mulai membuahkan hasil.
Melalui usulan kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas), Koperasi Produsen Peternak Ayam Petelur Juara Kota Sungai Penuh berhasil mendapatkan alokasi jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 216 ton untuk memenuhi kebutuhan 38 peternak anggota koperasi selama dua bulan.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Sungai Penuh, H. Suarman, S.E., M.M., saat dikonfirmasi awak media, Selasa (27/10/2026), menyampaikan bahwa alokasi tersebut merupakan langkah konkret untuk membantu peternak menghadapi tingginya harga jagung yang selama ini menjadi salah satu komponen utama biaya produksi.
Menurut Suarman, pihaknya telah mengusulkan dan mengajukan kebutuhan jagung SPHP kepada Bapanas agar para peternak ayam petelur di Kota Sungai Penuh memperoleh akses terhadap pasokan jagung dengan harga yang lebih terjangkau.
“Alhamdulillah, melalui Perum Bulog Pusat, Koperasi Produsen Peternak Ayam Petelur Juara Kota Sungai Penuh mendapatkan alokasi jagung SPHP dari Bapanas. Selanjutnya, Bulog Sungai Penuh ditugaskan untuk mendistribusikan jagung tersebut kepada 38 peternak anggota koperasi,” ujar Suarman.
Ia menjelaskan, total alokasi yang diberikan mencapai 216 ton untuk kebutuhan selama dua bulan. Penyaluran tersebut ditargetkan dapat direalisasikan hingga 20 November 2026.
Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya produksi peternak, menjaga keberlangsungan usaha peternakan ayam petelur, serta mendukung stabilitas pasokan telur bagi masyarakat Kota Sungai Penuh dan sekitarnya.
Pasalnya, harga jagung yang tinggi dapat meningkatkan biaya pakan dan berpengaruh terhadap biaya operasional peternakan. Dengan adanya alokasi jagung SPHP, peternak diharapkan memperoleh kepastian pasokan sehingga dapat menjalankan usaha secara lebih berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKPP Kota Sungai Penuh, Aries Armen, S.Pt., M.Si., menyampaikan bahwa peternak ayam petelur yang belum mendapatkan alokasi jagung SPHP masih berpeluang untuk diusulkan pada tahap berikutnya.
Ia mengimbau para peternak yang belum tergabung agar bergabung terlebih dahulu dengan koperasi. Dengan demikian, kebutuhan mereka dapat dihimpun dan diajukan kepada Bapanas untuk mendapatkan alokasi selanjutnya.
“Bagi peternak ayam petelur yang belum mendapatkan alokasi, silakan bergabung dengan koperasi terlebih dahulu. Setelah itu, kebutuhan mereka dapat diusulkan kepada Bapanas untuk tahap berikutnya,” jelas Aries.
Menurutnya, keberadaan koperasi menjadi salah satu sarana penting untuk menghimpun kebutuhan peternak, memperkuat koordinasi, serta mempermudah proses pengusulan bantuan pasokan jagung bagi anggota.
DPKPP Kota Sungai Penuh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Perum Bulog, khususnya Bulog Pusat dan Bulog Sungai Penuh, serta Bapanas atas dukungan dalam merealisasikan alokasi jagung SPHP bagi peternak ayam petelur di daerah tersebut.
Dukungan ini diharapkan menjadi langkah positif dalam memperkuat sektor peternakan lokal, membantu peternak menghadapi tekanan biaya pakan, dan menjaga ketersediaan telur di pasaran.
Pemerintah daerah melalui DPKPP juga diharapkan terus memperjuangkan kebutuhan para peternak agar semakin banyak pelaku usaha peternakan yang dapat memperoleh manfaat dari program stabilisasi pangan tersebut.
Dengan adanya alokasi 216 ton jagung SPHP ini, para peternak ayam petelur di Kota Sungai Penuh diharapkan dapat menjalankan usaha dengan lebih baik, sekaligus berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan daerah.(Mko)