Ternyata Masa Muda M Amin Adalah Mantri Yang Suka Menolong Tanpa Pamrih

Ternyata Masa Muda M Amin Adalah Mantri Yang Suka Menolong Tanpa Pamrih

Ternyata Masa Muda M Amin Adalah Mantri Yang Suka Menolong Tanpa Pamrih
Ternyata Masa Muda M Amin Adalah Mantri Yang Suka Menolong Tanpa Pamrih

AYOJAMBI.ID, TANJABBAR - Sosok Cawabup Tanjab Barat nomor satu, Muhammad Amin bin Abdullah Wahab ternyata sudah dikenal masyarakat Tanjab Barat saat menjalankan pengabdianya sebagai Mantri Kesehatan di era tahun 80-an.

Diusianya yang masih menginjak kisaran umur 20-an, saat itu Amin dikenal sebagai sosok mantri kesehatan yang suka menolong warga tanpa pamrih.

Ia kerap membantu pasien-pasien dari kalangan kurang mampu tanpa meminta imbalan.

Hal itu berdasarkan pengakuan lansung dari beberapa mantan pasiennya, Amin juga tak segan untuk mendatangi rumah warga di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau ketika mendapat kabar warga yang sedang membutuhkan bantuanya.

Totalitasnya untuk membantu masyarakat kala itu juga membuahkan hasil dengan terus mengalirnya dukungan dari warga yang merupakan mantan pasiennya sendiri.

Keluarga pasien Amin ini ramai bergabung bersama tim relawan dan simpatisan Mulia yang kini tersebar di penjuru kabupaten Tanjab Barat.

Semakin hari, mereka juga semakin solid dalam bekerja keras memastikan kemenangan Mulyani-Amin.

Sosok ibu yang mendekati usia tua renta di Parit 4 Kampung Nelayan mengungkapkan alasanya memberikan dukungan karena jasa Amin semasa menjadi Mantri Desa.

"Pak Amin, kami tetap dukung Nomor 1. Karena dulu Tahun 1986 Bapak yang obati anak saya," tuturnya kepada Amin saat mengikuti sosiliasi di rumah H Landang, Parit 4 Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir.

Demikian juga ketika Amin menyambangi Desa Sei.Gebar, Kecamatan Kuala Betara. Salah seorang warga mengejar Cawabup  Amin Abdullah dan menyatakan jelas dukungannya.

"Apapun Abang Harga Mati. Kami sekeluarga besar dukung Amin Abdullah,  karena waktu saya kena muntaber beliau cepat dan peduli bantu penderitaan saya. apalagi saat Covid 19 Kita butuh Master Kesehatan untuk dampingi Cabup," ujar pria yang akrab disapa Bang Man.

Selain itu, Amin juga mendapati banyak simpati dan dukungan dari mantan pasien yang dulu disunnat (khitan,red) langsung oleh Mantri Amin salah satunya dari warga Sungai Rawai.

"Pak Mantri Kasihatan, banyak urang di bantunya. Bahkan kami saring kada babayar. Karana kapaduliannya awan urang susah," ujar Tamrin dengan dialek khas Banjar.

Warga yang dijumpai Amin di Desa Sei Saren juga menceritakan kisah mogoknya speed boat yang ditumpangi Amin tahun 1987 masa bertugas di Puskesmas 1 sebagai Juru Kusta pernah kandas di Sei Saren.

Amin saat itu ikut turun ke Sungai membantu mendorong speedboat ke pinggir dalam kondisi kedinginan dan perut lapar karena hari sudah menjelang Maghrib.

Beruntung saat itu ada penduduk yang menjemput menggunakan perahu sampan dan mengajak singgah makan di rumahnya.

Sosok Amin Abdullah yang kala itu baru memasuki usia 23 tahun telah menjadi sosok Pemuda Tanjung Jabung yang sudah mengabdikan dirinya dalam pelayanan Kesehatan pada masyarakat pedesaan.

Amin bahkan pernah merasakan kendaraanya jatuh ke Sungai di lokasi Parit Gantung, Desa Tungkal 1 sekitar tahun 1986, usai menolong warga yang terserang Muntaber.

Amin kemudian melanjutkan pengabdianya di Provinsi Jambi pada tahun 1993 sebagai Pengajar dan Dosen.

"Banyaklah kenangan Kami. Dan dimata Kami, beliau (Amin) pas duduk mendampingi Pak Mulyani untuk saling melengkapi. Karena dua Calon pemimpin ini Beda Keahlian, satu Bidang Hukum yg besar di parlemen, sedang Bang Amin Birokrat yang ahli dibidang pendidikan dan Kesehatan," tutur simpatisan.(put)



Related Articles