Dialog Hikmah Ramadhan di TVRI Jambi, Bupati Tekankan Puasa sebagai Pembinaan Kepribadian dan Penguat Ukhuwah Islamiah

Dialog Hikmah Ramadhan di TVRI Jambi, Bupati Tekankan Puasa sebagai Pembinaan Kepribadian dan Penguat Ukhuwah Islamiah

Dialog Hikmah Ramadhan di TVRI Jambi, Bupati Tekankan Puasa sebagai Pembinaan Kepribadian dan Penguat Ukhuwah Islamiah
Dialog Hikmah Ramadhan di TVRI Jambi, Bupati Tekankan Puasa sebagai Pembinaan Kepribadian dan Penguat Ukhuwah Islamiah

AYOJAMBI.ID,TANJABBAR – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menghadiri Dialog Hikmah Ramadhan bertema “Puasa dan Pembinaan Kepribadian Muslim” yang disiarkan secara langsung oleh TVRI Jambi, Sabtu (22/02).

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surah An-Nahl ayat 98 yang mengingatkan umat Islam agar senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan setan ketika membaca Al-Qur’an. Ayat tersebut menjadi pengantar tausiah yang menekankan pentingnya kesucian hati dan kesiapan rohani dalam menjalankan ibadah, khususnya di bulan suci Ramadhan.

Dalam dialognya, Bupati menegaskan bahwa puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan merupakan sarana pembinaan diri untuk membentuk kepribadian Muslim yang berakhlak mulia.

“Puasa bertujuan membentuk bagaimana kita berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjadi media pembinaan diri agar kita mampu mengendalikan hawa nafsu, menjaga lisan dan sikap, serta menjadi insan yang bertakwa dan berakhlak mulia,” ujar Bupati.

Ia juga menjelaskan perbedaan antara puasa yang dilakukan secara jasmani semata dengan puasa yang disertai pembinaan rohani. Menurutnya, puasa jasmani hanya menahan lapar dan haus, namun belum tentu diiringi dengan penjagaan hati dan perilaku. Sementara puasa yang diiringi pembinaan rohani akan melahirkan pribadi yang sabar, jujur, ikhlas, serta mampu menjaga diri dari perbuatan tercela.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan ladang kebaikan sekaligus momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiah di tengah masyarakat.

“Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk merajut dan memperkuat ukhuwah Islamiah. Melalui puasa, kita belajar saling memahami, saling menghormati, dan mempererat persaudaraan. Jika ukhuwah terjaga, maka kehidupan bermasyarakat akan lebih harmonis dan penuh keberkahan,” tambahnya.

Ia berharap nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan persaudaraan yang tumbuh selama bulan suci Ramadhan tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi terus terpelihara dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, Ramadhan benar-benar menjadi sarana pembentukan karakter serta peningkatan kualitas keimanan masyarakat.(ova)


Related Articles