
AYOJAMBI.ID, TANJABBAR - Uang selalu dijadikan alasan atau modal utama dalam memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), namun hasil Pilkada serentak terutama di Kabupaten- Kota di Provinsi Jambi menunjukkan bahwa uang bukan faktor utama.
Pengamat politik Jambi dan akademisi IAIN Kerinci Wawan Novianto mengatakan, Strategi yang tepat lebih dominan dalam memenangkan seorang kandidat. Ia mencontohkan kemenangan pasangan Ustad Anwar Sadat (UAS) - Katamso di Pilkada Tanjab Barat.
Uang, kata Wawan, memang penting, namun kandidat yang memiliki uang, bisa saja kalah karena tim yang mengelola uang tersebut buru.
"Uang itu hanya alat, uang memang penting, tapi uang bukan segalanya. Strategi yang tepat, pemilihan tim yang tepat, hingga strategi mendistribusikan uang yang tepat itu lebih penting dari pada uang itu sendiri,"sebut Wawan.
Pilbup Tanjabar juga menjadi contoh bagaimana uang tidak mempengaruhi masyarakat dalam memilih. Pasangan UAS - Katamso terpilih karena latar kinerja sebelumnya memang dipandang masyarakat terbukti bagus dalam memimpin. Berbeda dengan kandidat Incumbent lainnya yang bertumbangan, pasangan UAS - Katamso menang lebih dari 50 persen dari tiga pasangan calon.
Selain kinerja sebelumnya, pemilihan pendamping juga sangat menentukan kemenangan. "Strategi penguasaan teritorial diterapkan oleh pasangan UAS - Katamso, mereka mewakili Tungkal Ilir dan Tunggal Ulu yang merupakan putra terbaik asli daerah itu," ujar Wawan menambahkan.
Jika ditilik dari politik uang, mungkin pasangan UAS - Katamso tidak jor - joran seperti yang orang lain lakukan, apalagi UAS adalah seorang ulama.
"Kita perlu yakin bahwa politik uang akan hilang seiring meningkatkan kesadaran masyarakat dan meningkatkan pendidikan. Dan kandidat kedepan hendaknya menghilangkan politik uang sebagai upaya utama, karena itu membodohi masyarakat sendiri," tutup Wawan.(ken)