AYOJAMBI.ID, TANJABBAR – Kericuhan antara Pimpinan dan Anggota Banggar pada saat berlangsungnya Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat bersama Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Tanjabbar yang dipicu perbedaan pandangan terkait Alokasi Dana Hibah KONI Tanjab Barat senilai Rp 1 Miliar rupiah.
Insiden terjadi saat pembahasan alokasi dana hibah Rp 1 miliar untuk KONI Tanjabbar dalam Rancangan APBD Perubahan 2026 di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Senin (31/08/2026) lalu.
Kericuhan dipicu perbedaan pendapat terkait mekanisme dan rincian penyaluran dana hibah tersebut.
Anggota Banggar DPRD Tanjabbar H. Assek membenarkan adanya insiden saat rapat banggar, saat dirinya mempertanyakan detail penggunaan dana hibah senilai Rp 1 miliar itu. Dalam pemaparan awal, dana tersebut hanya disebutkan 30 persen untuk operasional dan 70 persen untuk pembinaan, tanpa penjelasan kegiatan yang jelas.
"Benar suara saya paling lantang mempertanyakan kegunaan dana hibah tersebut dan meminta rinciannya. Saya juga mengusulkan agar dana hibah diserahkan langsung dan dikelola oleh KONI tanpa melalui Disparpora lagi.
Selain itu juga, tidak tepat mengalokasikan dana hibah untuk keorganisasian di anggaran perubahan dengan kondisi fiskal daerah kita, karena waktunya sangat singkat," tutur H Assek menjelaskan.
Lebih lanjut, H Assek juga menyarankan lebih baik anggaran yang ada digunakan untuk kepentingan bersama seperti nyicil hutang obat daerah yang saat ini mencapai 25 miliar rupiah.
Perbedaan pandangan itulah membuat pimpinan rapat terpancing emosi. Wakil Ketua II DPRD Tanjabbar Hasan Basri Harahap disebut melemparkan benda di atas meja yang hampir mengenai salah satu anggota DPRD. Pimpinan lainnya juga disebut ikut terpancing emosi hingga membanting meja dan mengeluarkan kata-kata kasar. Beruntung kericuhan dapat segera dilerai oleh peserta rapat.
Menurut keterangan salah satu forum rapat sebagai saksi mata di lokasi, dalam situasi tersebut salah satu pimpinan DPRD juga mengeluarkan kalimat yang bernada ancaman.
"Aku dak pandai berkelahi, aku pandai main belakang, dengan duit 25 juta dalam 3 hari lewat, demi tuhan," ujar saksi menirukan kalimat yang dilontarkan salah satu pimpinan wakil rakyat tersebut.
"Demi Allah aku dengar langsung, banyak juga kawan-kawan yang lain dengar bahasa dia seperti itu," tambah saksi mata. Belum diketahui pasti, kalimat tersebut ditujukan kepada siapa namun sembari melihat kepada salah satu anggota Banggar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah pimpinan DPRD juga disebut memiliki usulan anggaran atau kepentingan lain yang menjadi sorotan anggota.
Ketua DPRD Tanjabbar Hamdani disebut mengusulkan pembangunan stadion di Batang Asam senilai Rp500 juta. Sementara Wakil Ketua I, Syafril Simamora disebut mengusulkan kegiatan pertandingan catur senilai Rp240 juta. Pada tahun sebelumnya, kegiatan serupa disebut terealisasi dengan anggaran Rp700 juta. Ada pula usulan lain untuk cabang olahraga Drum Band senilai lebih dari Rp350 juta.
Sebagian anggota DPRD mempertanyakan usulan-usulan tersebut karena dinilai tidak menjadi skala prioritas di tengah kondisi fiskal daerah saat ini.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pimpinan DPRD Tanjabbar, setelah diupayakan konfirmasi melalui pesan singkat tidak ada tanggapan meski pesan tersebut tersampaikan.(*)